DARI HOBI, JADI REZEKI

Tidak asing jika seseorang yang memiliki hobi masak kini banyak yang merambah ke dunia bisnis kuliner, terutama cake and bakery. Memulai bisnis dari hobi memang memberi satu langkah untuk lebih dekat dengan keberhasilan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan mereka yang menjalankan bisnis dari hobi akan cenderung menikmati bisnis mereka. Walaupun banyak halangan dalam menjalani bisnisnya, mereka akan lebih merasa tertantang untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut.

Pandangan tersebut tampaknya bisa dibuktikan oleh Melani Vilanda yang akrab dipanggil Lani. Berawal dari kegemarannya memasak dari kecil dan tumbuh dari keluarga yang suka “ngemil”, Lani tidak menutup peluangnya untuk bisa sukses menjadi seorang pengusaha kue.

Awalnya Lani hanya iseng membuat roti untuk dikonsumsi sendiri. Lalu sang adik iseng-iseng membawa roti buatannya ke kampus. Tak disangka banyak yang cocok dan menyukai roti buatannya. Melihat permintaan yang semakin banyak, Lani memutuskan untuk memulai usahanya secara serius. Lani pun mengusung label Keyvi Cakes sebagai nama dari usahanya yang berdomisili di Lampung. Nama Keyvi Cakes terinspirasi dari nama anak kembarnya yang disingkat, yaitu Keysha dan Kalevi.

Mengawali bisnisnya dengan modal 8,5 juta rupiah, Lani menginvestasikan uangnya untuk membeli mixer, oven gas, dan loyang untuk mengoptimalkan produksi usahanya. Dulu, Lani setiap hari memproduksi 1 kilogram roti. Setelah usahanya berjalan 1 tahun, produksi rotinya sudah mengalami perkembangan yang cukup baik, yaitu memproduksi 3 kilogram roti per hari atau setara dengan 100 biji. Lani menjual produk rotinya pada kisaran harga Rp2.500,- .

KERJA KERAS YANG MENJADI BUKTI

Meskipun Keyvi Cakes bisa terbilang cukup sukses, tidak melulu kesuksesan yang didapat oleh Lani. Ia juga pernah mengalami kegagalan dan kemunduran dalam menjalani bisnis ini. Lani mengatakan bahwa pernah mengalami penurunan dikarenakan masalah pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan tidaklah mulus. Selain itu, Lani juga pernah merasakan kemacetan modal. Hal ini mengakibatkan terjadinya kemunduran produksi.

Tidak pantang menyerah, Lani terus tekun menjalankan bisnis yang sudah ia rintis ini. Dengan semangat yang tinggi, Lani terus melatih skill-nya dalam dunia baking dan melakukan inovasi tanpa henti agar konsumennya tidak merasa bosan dengan produk yang dihasilkan. Sekarang Lani tidak hanya memproduksi roti saja, ia juga menerima pesanan cake, puding, pastel panggang, pie pisang, soes, dan lain-lain.

Lani juga merasa terbantu dengan adanya media sosial. Menurutnya, media sosial sangat berpengaruh dalam perkembangan Keyvi Cakes. Lani bisa memasarkan produk buatannya dengan mudah tanpa harus mengeluarkan keringat berlebih. Ia cukup memotret hasil produknya dan mengunggahnya ke media sosial. Media sosial juga membantu Lani untuk mencari target konsumen dan memperluas target pasarnya dengan lebih efektif. Konsumen dapat dengan mudah juga memberikan feedback atas produk yang Ia buat, hal ini bisa dijadikan bahan evaluasi untuk Lani sendiri. Sehingga kedepannya Keyvi Cakes akan terus mengalami perkembangan yang baik.

Lani mendapatkan tanggapan yang positif dari para konsumennya. Ia mengatakan bahwa banyak konsumennya yang cocok dengan produk-produk yang dihasilkan oleh Keyvi Cakes. Hal ini tentu buah hasil dari konsistensi Lani yang mengutamakan kualitas rasa.

FILMA BUTTER OIL SUBSTITUTE

Bagi Lani, kualitas produk merupakan kunci utama dalam menjalankan usaha Keyvi Cakes. Dan untuk menjaga kualitas produknya, Lani menggunakan Filma BOS yang merupakan lemak pengganti minyak mentega. Aroma butter milky yang dihasilkan dari Filma BOS menjadi salah satu keunggulan produk cake-nya.

PALMBOOM CAKE MARGARINE

Tidak mau sembarangan dalam memilih bahan, Lani memanfaatkan Palmboom Cake Margarine sebagai bahan campurannya. Hal ini dikarenakan Palmboom Cake Margarine akan memberikan rasa dan tekstur yang optimal. Selain itu, aroma fruity butter yang lembut dan teksturnya yang moist membuat produk yang dihasilkan Keyvi Cakes semakin digemari oleh konsumen.