Perkembangan bisnis bakery sangat cepat dan persaingan semakin tinggi. Namun, terus belajar untuk berinovasi bisa menjadi kunci keberhasilan. Inilah cerita sukses Andi Asharyani, seorang pendiri serta pemilik usaha Chanky Food yang berlokasi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

Berawal dari resign demi mengasuh anak-anak, pada tahun 2019 Bu Andi kemudian berinisiatif membuka usaha bakery sendiri untuk menjaga rutinitas tetap aktif dan produktif. Walaupun belum memiliki pengalaman di dunia bakery sebelumnya, kesungguhannya yang tidak hanya ingin menjadi ibu rumah tangga biasa mendorongnya untuk terus belajar. Beliau pun akhirnya  mencoba berbagai macam resep dan tutorial dari internet.

Pelajaran yang sangat berharga dalam membangun bisnis juga Bu Andi dapatkan saat toko bahan kue di daerahnya bekerja sama dengan Smartpluspro untuk mengadakan pelatihan bakery. Saat itu bersama Chef Junaidi, peserta diajari praktek dan trik dalam membuat kue. Dari proses belajar ini mulailah terlihat dampak yang sangat baik, sehingga passion di dunia baking semakin tinggi dan keinginan untuk menumbuhkan bisnis terus berlanjut. Kerja kerasnya membuahkan hasil, respon pasar luar biasa bahkan membawa pelanggan untuk melakukan repeat order.

Namun begitu, tetap banyak tantangan yang perlu Bu Andi hadapi. Pertama adalah membangun image agar dipercaya pelanggan. Beliau menyadari untuk mewujudkan hal tersebut, ia harus terus berinovasi agar memiliki pembeda dari kompetitor dan layak di pasaran. Berinovasi juga terbukti membantu Chanky Food bertahan saat jumlah pesanan menurun seperti saat pandemi COVID-19. Misalnya, untuk membuat pelanggan lebih tertarik dan ingin terus mencoba lagi, akhirnya lebih banyak varian menu yang dibuat.

Kedua, pemasaran yang masih terbatas khususnya bagi pengusaha yang bukan tinggal di kota besar. Strategi yang Bu Andi pakai untuk mengembangkan Chanky Food adalah dengan memasarkannya secara online. Menurutnya, pemasaran online cocok untuk usaha dengan operasional minim dan bisa membantu mengatur masuknya pesanan saat kita siap. Ia juga tetap menerima permintaan secara offline untuk orang-orang terdekat. Terakhir, diperlukan strategi untuk mengatur harga agar masyarakat yang berdaya beli rendah bisa tertarik membeli produk.

Dari semua proses belajar sebelumnya, Bu Andi yakin bahwa kunci sukses berbisnis bakery adalah kemauan dan keuletan untuk terus berusaha dan berinovasi. Dalam menciptakan berbagai inovasi menu, sangat direkomendasikan untuk mencoba-coba resep yang ada di sosial media misalnya IG Chef Junaidi dari Smartpluspro. Cobalah untuk mencari resep yang belum banyak orang tahu dan modifikasi lagi agar menjadi produk baru yang cocok dengan selera pelanggan kita. Di masa sosial media seperti ini, memastikan suatu produk memiliki tampilan yang menarik juga tidak kalah penting karena visual bisa menjadi daya tarik utama pelanggan.

MENGGUNAKAN BAHAN YANG BERKUALITAS

Bu Andri juga mengingatkan untuk selalu menjaga kualitas produk. “Lebih baik kita menyesuaikan harga produk daripada mengurangi kualitasnya” pesannya. Untuk menghasilkan berbagai jenis kue dan sajian yang berkualitas, tentunya perlu menggunakan bahan yang berkualitas juga. Oleh karena itu, ia memilih FILMA® Prestige Margarine, FILMA® BOS dan Palmboom Margarine sebagai salah satu bahan dalam pembuatan kue di usahanya. Hasilnya sangat terasa, marble cake yang dipelajari bersama Chef Junaidi menjadi favorit karena teksturnya yang moist dan beraroma butter unik. Pie Susu atau yang disebut 'Tarsu', kini menjadi menu khas dari Chanky Food serta mendapatkan titel 'suhu dari Tarsu' karena kelezatannya.

Rencana kedepannya, Bu Andi ingin Chanky Food tetap eksis dan bisa berproduktif dalam berkarya. “Suatu saat pengen punya toko kue, tapi saya mau punya ciri khas supaya bisa bertahan lama dan tidak terlalu memforsir” ujar Bu Andi. Pesan yang Bu Andi bagi Smart Bakers yang ingin sukses berbisnis adalah beranilah untuk memulai. Mencoba untuk memulai bisa sesederhana mengeksekusi resep yang sudah ada. Selanjutnya, cobalah untuk bertahan karena bertahan akan lebih sulit dari memulai.

“Kalau flashback ke belakang juga tidak menyangka bisa sampai ke titik ini, apalagi saya juga tidak berawal dari modal besar. Jadi modal saya kemauan, siapapun itu yang penting ada niat dan kemauan, usaha saja dulu, nanti baru berpikir untuk survive dan eksis, pasti bisa berjalan.” Tutupnya.

SUCCESS STORY TERKAIT