Perubahan Pola Konsumsi Produk Bakery di Era “New Normal” | Smartpluspro

Perubahan Pola Konsumsi Produk Bakery di Era “New Normal”

Perubahan pola konsumsi masyarakat terjadi semenjak adanya pandemi COVID-19. Perubahan ini mempengaruhi beragam sektor industri, termasuk bakery. Ketika memasuki era new normal, perubahan pola konsumsi ini juga terus berlangsung sehingga pelaku usaha bakery perlu terus melakukan riset pasar untuk mengetahui apa saja yang diinginkan oleh konsumen.

Perubahan pola konsumsi produk bakery menuntut pengusaha bakery untuk melakukan “shifting” atau pergeseran strategi bisnis demi menyesuaikan dengan demand konsumen bakery. Ada kalanya pengusaha bakery harus merombak besar-besaran sistem bisnis yang sudah dibangun sebelumnya demi bisa bertahan. Hal ini tidak bisa dihindari karena persaingan bisnis menuntut pengusaha bakery untuk terus beradaptasi dalam hal mengikuti perubahan pola konsumsi masyarakat. Berikut ini adalah rangkuman dari berbagai perubahan pola konsumsi produk bakery di era new normal yang bisa Smart Bakers cermati untuk menentukan langkah bisnis selanjutnya.

1. Mengutamakan Makanan untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Beragam riset menunjukkan bahwa bisnis makanan dan minuman, termasuk bakery memiliki potensi untuk terus berkembang di era new normal. Pasalnya, pola konsumsi masyarakat saat ini lebih mengacu pada kebutuhan sehari-hari termasuk makanan. Pengeluaran untuk kebutuhan yang bersifat tersier seperti elektronik, liburan, dan barang mewah justru berkurang drastis. Pengeluaran masyarakat lebih difokuskan untuk mengisi perut sehari-hari.

Perubahan pola konsumsi ini bisa Smart Bakers manfaatkan untuk memproduksi produk bakery yang mudah dikonsumsi sehari-hari. Beberapa contohnya adalah roti tawar, aneka roti manis dan kue bolu klasik. Pastikan Smart Bakers juga memperhatikan target market yang dituju, karena penentuan harga produk juga sangat mempengaruhi tipe konsumen yang tertarik membeli produk bakery untuk dimakan sehari-hari.

2. Metode Delivery Semakin Laku

Konsumen bakery di era new normal tetap memilih untuk mengurangi kontak fisik dengan penjual sehingga pilihan pembelian dengan jasa pengiriman akan terus meningkat. Hal ini dibuktikan juga oleh berbagai riset dan survei yang menunjukkan bahwa makanan adalah salah satu produk utama yang dibeli secara online semenjak pandemi COVID-19. Faktor lainnya adalah penerapan standar baru di outlet-outlet Food & Beverage yang membatasi jumlah konsumen yang masuk. Tentunya hal ini membuat konsumen lebih nyaman untuk memesan makanan dari rumah.

Pastikan Smart Bakers sudah menerapkan metode delivery yang mudah dan nyaman untuk pelanggan. Manfaatkan kerjasama dengan pihak ketiga seperti platform ojek online dan e-commerce untuk mempermudah proses pemesanan dan pengiriman.

3. Memilih Produk Bakery yang Sehat

Di era new normal, konsumen cenderung lebih memperhatikan kesehatan. Selain lebih sadar akan pentingnya mengkonsumsi makanan sehat, konsumen juga memperhatikan kondisi tubuhnya agar lebih fit untuk melawan serangan virus. Hal ini mempengaruhi pola konsumsi produk makanan termasuk produk bakery. Produk bakery dengan tema dan label sehat akan banyak dicari di era new normal. Ini menjadikan tren bakery sehat kembali naik popularitasnya.

Manfaatkan tren ini dengan memproduksi produk-produk bakery bertema hidup sehat dengan menggabungkan bahan-bahan tertentu misalnya bahan rempah maupun bahan sayuran. Beberapa resep yang bisa Smart Bakers kreasikan antara lain adalah Cookies Permen Jahe dan Bit Bread. Teruslah kreatif menciptakan menu-menu sehat yang bisa menarik perhatian pelanggan di era new normal.

4. Frozen Food Sebagai Alternatif

Kebiasaan konsumen yang cenderung menyetok makanan di rumah membuat produk frozen food naik daun semenjak pandemi COVID-19. Pola konsumsi ini akan tetap bertahan di era new normal karena masyarakat masih cenderung memilih banyak di rumah dibanding beraktivitas di luar. Bisnis frozen food masih akan terus bersinar dengan adanya kebiasaan baru ini di tengah masyarakat.

Smart bakers dapat berkreasi dengan aneka frozen food untuk dijual ke pelanggan. Kreasikan produk-produk yang bisa dibekukan seperti donat beku dan pizza beku. Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru yang belum pernah Smart Bakers coba sebelumnya seperti bisnis frozen food, karena siapa tahu justru Smart Bakers akan mendapatkan keuntungan di bidang ini.

5. Memperhatikan Food Safety dalam Produk Bakery

Pola konsumsi yang perlu Smart Bakers perhatikan selanjutnya adalah perhatian terhadap food safety pada produk bakery. Berbagai ahli berpendapat bahwa konsumen di masa pandemi dan new normal tidak lagi mengutamakan brand dan popularitas produk makanan melainkan keamanan dari pengemasan dan pembuatannya. Jadi percuma saja jika makanan atau produk bakery berasal dari merk terkenal tapi dikemas secara tidak higienis, konsumen akan tidak tertarik untuk membelinya. Maka dari itu, Smart Bakers perlu memperhatikan dengan seksama food safety dari produk yang Smart Bakers jual. Terapkan pengemasan yang higienis dan tertutup rapi. Selain itu informasikan juga kepada pelanggan prosedur pembuatan produk bakery yang sudah memenuhi standar kesehatan. Hal ini akan membuat konsumen lebih percaya untuk membeli produk bakery Smart Bakers.

Demikian berbagai perubahan pola konsumsi produk bakery di era new normal yang bisa Smart Bakers perhatikan untuk menentukan langkah bisnis selanjutnya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk terus mengembangkan bisnis bakery di era new normal.

Sambil terus berkreasi dengan resep-resep baru untuk bisnis bakery di era new normal, jangan lupa untuk selalu menggunakan produk margarin, shortening dan cooking oil berkualitas dari Smartplus Pro. Pesan aneka produk Palmvita dan produk berkualitas lainnya untuk menyempurnakan produk bakery Smart Bakers sekarang juga dengan mengunjungi e-katalog berikut https://smartpluspro.com/e-catalog-local.